
Garut, SMK Al-Mukhtariyah kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang berlangsung pada Kamis, 16 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi siswa kelas akhir untuk mengukur kemampuan sekaligus membuktikan kesiapan mereka memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kegiatan UKK diawali dengan sesi pembukaan yang berlangsung khidmat, diikuti oleh seluruh peserta dari dua jurusan, yaitu Multimedia (MM) dan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Setelah pembukaan, siswa langsung diarahkan ke ruang ujian masing-masing sesuai kompetensi yang diujikan.


Pelaksanaan UKK Berjalan Sistematis dan Terstruktur

Ketua Pelaksana UKK, Deden Yudi, S.E., Gr., menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan 10 orang tim pelaksana yang terdiri dari 4 penguji eksternal dan 6 penguji internal.
“Total peserta UKK tahun ini sebanyak 75 siswa, dengan rincian 44 siswa dari jurusan OTKP dan 31 siswa dari jurusan Multimedia,” jelasnya.
Untuk jurusan OTKP, pelaksanaan UKK bekerja sama dengan dunia industri, yakni ASPAPI (Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia), dengan penguji eksternal Nunung Nurhayati, S.Pd., CAN dan Dian Siti Masitoh, S.E., M.M.

Secara teknis, pelaksanaan UKK dibagi ke dalam dua laboratorium dengan masing-masing 22 peserta per sesi. Ujian berlangsung dalam dua sesi, yaitu:
- Sesi 1 (08.00–12.00 WIB): 5 tugas praktik
- Sesi 2 (13.00–15.00 WIB): 2 tugas praktik



Adapun materi yang diujikan pada jurusan OTKP meliputi:
- Mengetik cepat (Typing)
- Pengelolaan informasi berbasis internet
- Penanganan telepon
- Pengelolaan arsip
- Pengolahan angka (kas kecil)
- Pengolahan kata (korespondensi)
- Presentasi (PowerPoint)



Kreativitas Siswa Multimedia Tampil Maksimal
Sementara itu, untuk jurusan Multimedia kegiatan UKK difokuskan pada pembuatan dan presentasi produk video. Yang terlibat dalam pelaksanaan ini Pak Wildan Fadilah, S. S dan Pak Usep Deni, Amd. Kom dari PT. Media Garutama Sentosa (MGS) sebagai penguji eksternal, sementara untuk penguji Internal diantaranya Ibu Ayu Lestari S. Pd. Gr. dan Bapak Wahyudin, S.Pd. Gr.

Ketua Program Multimedia, Ayu Lestari, S.Pd., Gr., mengungkapkan bahwa proses UKK telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.
“Alur UKK dimulai dari pemadatan selama kurang lebih dua minggu, mulai dari pencarian ide, penyusunan storyboard, pengambilan bahan, hingga proses editing menggunakan aplikasi seperti Adobe Premiere dan CapCut,” jelasnya.


Dalam ujian ini, siswa diminta untuk membuat video promosi produk makanan UMKM, yang kemudian dipresentasikan secara individu di hadapan asesor.
Meski demikian, pelaksanaan tidak lepas dari tantangan.
“Beberapa siswa sempat merasa gugup saat presentasi, bahkan ada yang sampai menangis. Namun Alhamdulillah, seluruh siswa berhasil menyelesaikan ujian dengan baik dan dinyatakan lulus,” tambahnya.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala, khususnya pada sarana dan prasarana pendukung. Namun pihak sekolah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan.
“Sarana yang ada akan terus dioptimalkan agar ke depan pelaksanaan UKK bisa berjalan lebih maksimal,” ujar Bapak Deden
Baik dari pihak pelaksana maupun ketua program, harapan besar disampaikan kepada seluruh siswa agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan keterampilan.
“Siswa harus lebih percaya diri, mengasah skill, serta memiliki attitude yang baik sebagai bekal menghadapi dunia kerja,” tegasnya.
Bekal Nyata Menuju Masa Depan
Pelaksanaan UKK bukan sekadar ujian, melainkan langkah awal bagi siswa untuk membuktikan diri di dunia nyata. Melalui proses ini, siswa tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis, tetapi juga mental, kedisiplinan, dan kepercayaan diri.
Semangat, kerja keras, dan keberanian untuk terus belajar adalah kunci utama menuju kesuksesan.
Apa yang telah dilalui hari ini adalah fondasi untuk masa depan yang lebih gemilang.
Terus melangkah, terus berkembang—karena masa depan tidak ditunggu, tetapi diperjuangkan.
