
Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Al-Mukhtariyah telah selesai dilaksanakan pada hari Kamis (16/04/26). Di balik proses tersebut, tersimpan berbagai cerita dari peserta didik yang merasakan langsung bagaimana tantangan, usaha, hingga harapan setelah menyelesaikan ujian tersebut.

Perwakilan dari jurusan Multimedia, Alpin, menceritakan bahwa perasaannya sempat diliputi ketegangan, terutama sebelum presentasi.
“Perasaan yang saya rasakan ketika mengikuti UKK terasa tegang ketika belum presentasi, tetapi ketika sudah presentasi rasanya lega, langsung plong karena tidak banyak revisi.”
Dalam UKK tersebut, Alpin mengangkat tema video iklan komersial untuk UMKM Dimsum In-Gi.
“Untuk tema atau konsep yang saya buat adalah iklan komersial UMKM Dimsum In-Gi.”
Ia juga mengungkapkan bahwa proses pembuatan video tidak lepas dari tantangan, terutama pada tahap akhir.
“Kesulitan yang saya rasakan ketika proses pembuatan adalah saat tahap editing atau finishing akhir, karena harus terlihat menarik supaya dapat menarik konsumen dari semua kalangan.”
Video tersebut diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.
“Waktu yang dibutuhkan sampai video selesai adalah 3 hari.”
Menurutnya, bagian yang paling menantang justru saat presentasi di hadapan penguji.
“Bagian yang paling menantang adalah presentasi, karena langsung bertatap dengan penguji.”
Namun demikian, ia merasa puas dengan hasil yang telah dicapai.
“Saya sangat puas karena tidak banyak revisi.”
Di akhir, Alpin juga menyampaikan harapannya setelah lulus.
“Harapan saya setelah lulus, mudah-mudahan menjadi lebih baik, lebih dewasa, dan semoga cepat bisa mewujudkan semua keinginan dengan hasil keringat sendiri.”

Sementara itu, Randi dari kelas XII OTKP 1 mengungkapkan rasa lega setelah menyelesaikan UKK.
“Perasaan setelah mengikuti UKK sudah plong, pikiran juga jadi lebih tenang, Bu.”
Ia mengakui bahwa dari beberapa materi yang diujikan, kearsipan menjadi bagian yang cukup sulit.
“Untuk yang sulit itu materi kearsipan, Bu.”
Meski tidak mengalami kendala teknis, ia menyampaikan bahwa tantangan terbesar justru datang dari dalam diri.
“Tidak ada kendala sih, tapi pikiran saya yang berkendala.”
Menurut Randi, pelaksanaan UKK sudah sesuai dengan materi yang dipelajari di sekolah.
“Menurut saya UKK ini sesuai dengan yang sudah dipelajari.”
Dalam mempersiapkan diri, ia mengikuti kegiatan pemadatan serta mempersiapkan mental.
“Saya mempersiapkan dengan mengikuti pemadatan, biar ada gambaran, dan yang penting mempersiapkan mental.”
Dari pengalaman tersebut, banyak hal yang ia pelajari.
“Banyak yang saya pelajari, seperti mengetik, surat menyurat, dan lain-lain.”
Harapan yang ia sampaikan pun sederhana namun penuh makna.
“Harapan saya setelah lulus, semoga bisa mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi keluarga saya.”

Hal serupa juga disampaikan oleh Isna dari kelas XII OTKP 2 yang merasakan kelegaan setelah menyelesaikan UKK.
“Saya merasa lega karena akhirnya bisa menyelesaikan UKK dengan baik. Walaupun sempat tegang di awal, tapi setelah dijalani jadi lebih tenang.”
Menurutnya, bagian yang paling menantang adalah praktik telepon.
“Yang paling sulit adalah bagian telepon, terutama saat praktik berbicara secara formal karena harus memperhatikan intonasi, bahasa, dan etika komunikasi yang benar.”
Ia juga mengungkapkan bahwa rasa gugup menjadi kendala yang cukup terasa.
“Kendala yang saya hadapi adalah rasa gugup dan takut salah saat praktik, serta masih bingung menyusun kata-kata yang tepat.”
Namun demikian, ia menilai bahwa UKK yang dilaksanakan sudah sesuai dengan materi pembelajaran.
“Menurut saya UKK sudah sesuai dengan materi yang diajarkan di sekolah.”
Dalam mempersiapkan diri, Isna melakukan berbagai usaha.
“Saya mempersiapkan diri dengan belajar ulang materi, berlatih praktik seperti simulasi telepon, dan bertanya kepada guru jika ada yang belum paham.”
Dari UKK ini, ia mendapatkan banyak pembelajaran berharga.
“Saya belajar untuk lebih percaya diri, teliti, dan disiplin dalam bekerja, serta pentingnya komunikasi yang baik dan profesional.”
Ia pun memiliki harapan besar setelah lulus nanti.
“Saya berharap bisa mendapatkan pekerjaan sesuai bidang OTKP, serta terus mengembangkan kemampuan diri.”
Melalui kegiatan UKK ini, peserta didik tidak hanya diuji dari segi kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan sikap dalam menghadapi dunia kerja. Cerita-cerita mereka menjadi bukti bahwa proses belajar tidak hanya tentang hasil, tetapi juga perjalanan yang membentuk karakter dan kesiapan masa depan.
Di balik senyum mereka , ada perjuangan, rasa tegang, dan usaha yang luar biasa.
Selamat kepada peserta didik kelas XII Multimedia, OTKP 1, dan OTKP 2 yang telah menyelesaikan UKK. Semoga setiap langkah ke depan membawa kesuksesan.


