BEST MOMENT 2026 SMK AL-MUKHTARIYAH

Bukan Sekadar Trend, Tapi Tentang Kenangan yang Akan Selalu Tinggal

Masa putih abu bukan hanya tentang datang ke sekolah, mengerjakan tugas, lalu pulang begitu saja. Ada banyak proses, tawa, tangis, perjuangan, hingga kebersamaan yang perlahan tumbuh menjadi kenangan. Karena itulah, Best Moment menjadi salah satu momen paling berharga bagi siswa kelas XII SMK Al-Mukhtariyah. Sebuah ruang untuk mengabadikan cerita terakhir sebelum akhirnya melangkah menuju jalan masing-masing.

Pada tanggal 6 Mei 2026, lapangan SMK Al-Mukhtariyah menjadi saksi bagaimana hangatnya kebersamaan antara guru dan siswa dalam kegiatan Best Moment 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ini hadir dengan suasana yang lebih menyatu, lebih hangat, dan lebih penuh makna.

Menariknya, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara siswa kelas XII bersama Ibu Guru Kiran, Bapak Wahyudin, dan A Resi Permana yang turut membantu mempersiapkan konsep kegiatan hingga teknis acara. Sehari sebelum acara berlangsung, para siswa bersama panitia terlihat begitu antusias mempersiapkan dekorasi, perlengkapan, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Di tengah rasa lelah dan cuaca yang panas, semangat mereka tetap terasa demi menciptakan momen terakhir yang tak terlupakan bersama teman dan guru tercinta.

Acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Meski matahari cukup terik, suasana tetap terasa hidup dan penuh antusias. Tawa demi tawa terdengar memenuhi lapangan sekolah. Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah bagaimana guru dan murid benar-benar melebur menjadi satu. Mereka bersama-sama membuat video trend, mengabadikan foto bersama, hingga merekam video perpisahan dengan penuh keceriaan.

Di era sekarang, sering kali muncul komentar miring ketika melihat guru dan murid membuat video trend bersama di media sosial. Ada saja yang menilai bahwa sekolah hanya “ikut-ikutan trend”. Padahal, di balik itu semua terdapat makna pendekatan yang sangat besar. Guru bukan hanya sosok yang mengajar di depan kelas, tetapi juga seseorang yang mampu memahami perkembangan zaman dan membangun kedekatan emosional dengan siswanya. Melalui hal sederhana seperti membuat video bersama, tercipta hubungan yang hangat, nyaman, dan penuh kenangan. Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tentang pelajaran, tetapi juga tentang rasa, kedekatan, dan kebersamaan.

Memasuki siang hari, acara inti pun dimulai. Seluruh siswa kelas XII membentuk lingkaran besar di tengah lapangan sambil menyanyikan lagu perpisahan. Suasana perlahan berubah menjadi haru. Setelah itu, para guru masuk ke dalam lingkaran tersebut. Sebuah simbol dan filosofi yang begitu mendalam. Guru berada di tengah sebagai pusat panutan, tempat siswa belajar, tumbuh, dan menemukan arah selama tiga tahun terakhir. Kini, para siswa yang mengelilingi lingkaran itu perlahan harus dilepas untuk melanjutkan perjalanan hidup mereka masing-masing.

Memasuki siang hari, acara inti pun dimulai. Seluruh siswa kelas XII membentuk lingkaran besar di tengah lapangan sambil menyanyikan lagu perpisahan. Suasana perlahan berubah menjadi haru. Setelah itu, para guru masuk ke dalam lingkaran tersebut. Sebuah simbol dan filosofi yang begitu mendalam. Guru berada di tengah sebagai pusat panutan, tempat siswa belajar, tumbuh, dan menemukan arah selama tiga tahun terakhir. Kini, para siswa yang mengelilingi lingkaran itu perlahan harus dilepas untuk melanjutkan perjalanan hidup mereka masing-masing.

Suasana semakin pecah ketika perwakilan dari setiap kelas mulai membacakan puisi dan ungkapan perpisahan. Tangis yang sejak tadi ditahan akhirnya pecah tak terbendung. Banyak mata mulai berkaca-kaca, bahkan beberapa guru pun ikut larut dalam suasana. Setelah itu, perwakilan guru menyampaikan pesan dan ungkapan terakhir kepada siswa kelas XII sebelum akhirnya kegiatan pelepasan balon dilakukan langsung oleh Kepala SMK Al-Mukhtariyah. Balon-balon yang terbang ke langit menjadi simbol harapan, doa, dan cita-cita yang ikut dilepaskan bersama langkah para siswa menuju masa depan mereka.

Namun, di balik kebahagiaan itu, tersimpan rasa berat untuk berpisah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi bersalaman bersama seluruh guru. Di momen inilah suasana kembali pecah menjadi lautan air mata. Pelukan, ucapan terima kasih, hingga permintaan maaf menjadi bagian yang begitu emosional. Banyak siswa yang akhirnya benar-benar merasakan bahwa masa sekolah mereka akan segera selesai.

Dan seperti ingin menutup kesedihan dengan kebahagiaan, air mata pun akhirnya berpadu dengan air kebersamaan. Air dari keran diguyurkan kepada siswa-siswi yang kemudian menikmati musik bersama dengan penuh suka cita. Guru-guru pun ikut larut di dalamnya. Semua tertawa, bernyanyi, dan menikmati momen terakhir tanpa sekat. Tidak ada lagi jarak antara guru dan murid, yang ada hanyalah keluarga besar SMK Al-Mukhtariyah yang sedang menciptakan kenangan terakhir bersama.

Momen itu menjadi penutup yang sangat bermakna. Filosofinya sederhana, bahwa setelah tangis akan selalu ada bahagia. Setelah perpisahan, akan selalu ada kenangan yang tinggal. Dan kenangan terbaik bukanlah tentang seberapa mewah acaranya, tetapi tentang siapa saja yang hadir di dalamnya.

Best Moment bukan sekadar mengikuti trend atau membuat konten semata. Lebih dari itu, Best Moment adalah cara untuk mengabadikan cerita terbaik bersama teman seperjuangan dan guru-guru yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup.

Karena suatu hari nanti, ketika semua sudah sibuk dengan kehidupannya masing-masing, momen-momen sederhana inilah yang akan paling dirindukan.

Pergilah mengejar masa depan kalian, tapi jangan pernah lupakan tempat di mana kalian pernah tumbuh, belajar, tertawa, dan dicintai. Sebab sekolah bukan hanya tempat belajar, melainkan rumah kedua yang akan selalu punya ruang di hati.

Scroll to Top