
Dalam momentum Hari Buku Sedunia yang diperingati setiap 23 April, SMK Al-Mukhtariyah menjadikannya sebagai ruang refleksi—bukan hanya tentang pentingnya membaca, tetapi juga tentang bagaimana budaya literasi itu benar-benar hidup di lingkungan sekolah.

Di balik rak-rak buku yang tersusun rapi, perpustakaan sekolah sejatinya telah lama berdiri sebagai sumber ilmu. Sejak tahun 2014, perpustakaan SMK Al-Mukhtariyah mulai aktif digunakan sebagai penunjang kegiatan belajar peserta didik. Beragam koleksi tersedia, mulai dari buku pelajaran, komik edukatif, kamus Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, hingga ensiklopedia sejarah, Islam, serta ilmu pengetahuan tentang tumbuhan dan hewan.

Namun realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak sederhana. Minat siswa untuk berkunjung ke perpustakaan masih tergolong rendah. Hal ini diakui oleh petugas perpustakaan, Ahmad Mubarok, S. Pd. Gr. yang menyampaikan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaan perpustakaan. Meski demikian, ia tetap menemukan makna dalam pekerjaannya. Baginya, momen paling berkesan adalah ketika jerih payahnya dihargai oleh orang lain—sebuah bentuk apresiasi sederhana yang memberi semangat untuk terus mengabdi.
Harapan pun ia sematkan untuk masa depan perpustakaan. Ia berharap adanya perhatian lebih, terutama dalam pemenuhan fasilitas, agar perpustakaan dapat berkembang menjadi ruang belajar yang lebih layak dan diminati siswa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama, khususnya dari Bidang Pendidikan Ibu Ani Yuanningsih S. Pd. M.Si. menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Menurutnya, perpustakaan seharusnya menjadi pusat sumber belajar yang lengkap dan mampu memenuhi kebutuhan siswa dalam menggali ilmu pengetahuan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan literasi, perpustakaan tidak cukup hanya menyediakan buku. Diperlukan upaya untuk menjadikannya tempat yang menarik dan nyaman, baik dari segi desain, pengelolaan, maupun sistem penataan buku yang rapi dan mudah diakses. Dengan demikian, siswa akan memiliki ketertarikan untuk datang dan menjadikan perpustakaan sebagai bagian dari keseharian mereka.

Di tengah tantangan menurunnya minat baca di era digital, sekolah tidak tinggal diam. Salah satu langkah nyata yang telah diterapkan adalah pembiasaan literasi melalui kegiatan tadarus yang dilakukan sebelum pembelajaran dimulai. Program ini menjadi bentuk pendekatan yang tidak hanya menumbuhkan kebiasaan membaca, tetapi juga mendorong pemahaman makna, terutama ketika disertai dengan terjemahan.
Dalam pandangannya, membangun budaya membaca memang tidak mudah. Ia menyinggung bagaimana kebiasaan membaca di masyarakat saat ini cenderung menurun, berbeda dengan budaya literasi di negara lain. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tokoh besar seperti B.J. Habibie dapat mencapai kesuksesan karena kedekatannya dengan buku sejak usia dini. Dari sinilah, ia melihat bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membiasakan siswa untuk mau membaca dan memahami.
Ke depan, pihak sekolah juga tengah merencanakan pengembangan perpustakaan agar lebih hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Digitalisasi menjadi salah satu wacana yang diharapkan dapat mempermudah akses siswa terhadap sumber belajar serta meningkatkan minat kunjungan ke perpustakaan.
Menutup refleksi di Hari Buku Sedunia ini, terselip pesan bahwa membaca tidak hanya terbatas pada buku cetak, tetapi juga mencakup sumber ilmu yang lebih luas. Dalam konteks pendidikan di SMK Al-Mukhtariyah, membaca Al-Qur’an dipandang sebagai bagian dari literasi yang memiliki nilai mendalam—tidak hanya untuk pengetahuan, tetapi juga sebagai pedoman hidup.
Hari Buku Sedunia pun menjadi pengingat bahwa literasi adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dari perpustakaan, guru, hingga kebijakan sekolah, semuanya memiliki peran dalam menumbuhkan generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan berwawasan luas.
Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi, SMK Al-Mukhtariyah juga membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Bagi calon peserta didik yang ingin bergabung dan berkembang bersama lingkungan pendidikan yang mendukung, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut:
👉 https://bit.ly/psb-smk-almukhtariyah