Kegiatan Jumat PMR: Anggota SMK Al-Mukhtariyah Belajar Mengenal Obat dan Pengelolaannya

Bayongbong, 14 Agustus 2026 — Jumat siang di SMK Al-Mukhtariyah tidak hanya diisi dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) sebagai ruang belajar untuk mengenal lebih dekat dunia kesehatan dan pelayanan sederhana di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) tersebut dibimbing oleh Neng Asti Sri Fujiayanti, S.Pd. Para anggota PMR mendapatkan materi mengenai pengenalan obat-obatan, mulai dari jenis, bentuk, fungsi, hingga pentingnya pengelolaan dan pencatatan obat yang tersedia untuk kebutuhan siswa di sekolah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang cukup antusias. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan dari pembina, tetapi juga aktif bertanya mengenai berbagai jenis obat yang umum digunakan dalam penanganan kebutuhan kesehatan sederhana di lingkungan sekolah.

Mengenal Obat, Belajar Bertanggung Jawab

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengarahan dari pembina PMR. Setelah itu, siswa mendapatkan materi mengenai berbagai jenis dan bentuk obat beserta fungsi dan cara penggunaannya secara tepat dan aman.

Namun, pembelajaran kali ini tidak berhenti pada pengenalan obat. Anggota PMR juga diperkenalkan pada tata kelola obat di lingkungan sekolah, termasuk pencatatan setiap obat yang diberikan kepada siswa yang sedang sakit.

Setiap pengeluaran obat dicatat dalam map khusus. Pencatatan tersebut menjadi bagian penting dari administrasi PMR sekaligus membantu memastikan penggunaan obat dapat dipantau dengan baik.

Bagi anggota PMR, hal tersebut menjadi pengalaman baru bahwa pelayanan kesehatan di sekolah tidak hanya membutuhkan pengetahuan mengenai obat atau pertolongan pertama, tetapi juga sikap teliti dan bertanggung jawab.

Dari Materi hingga Diskusi

Setelah materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Antusiasme siswa terlihat dari ketertarikan mereka ketika diperkenalkan dengan berbagai jenis obat serta tata cara pencatatannya.

Menurut Neng Asti Sri Fujiayanti, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin PMR dalam memberikan pengetahuan dasar mengenai kesehatan sekaligus pelayanan kesehatan sederhana di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin PMR, khususnya dalam memberikan pengetahuan dasar mengenai kesehatan dan pelayanan kesehatan sederhana di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Kegiatan kali ini lebih banyak menggunakan pendekatan teori yang dipadukan dengan pengenalan langsung terhadap obat-obatan dan tata cara administrasi pengeluarannya. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mulai memahami bahwa setiap tindakan dalam pelayanan kesehatan membutuhkan ketelitian dan pencatatan yang baik.

Menyiapkan Anggota PMR yang Sigap dan Peduli

Pembinaan PMR di SMK Al-Mukhtariyah diarahkan tidak hanya untuk membekali siswa dengan pengetahuan kesehatan, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu memberikan respons yang tepat ketika menghadapi kondisi kesehatan sederhana di lingkungan sekolah.

Ke depan, anggota PMR diharapkan memiliki pengetahuan dasar mengenai kesehatan, keterampilan pertolongan pertama, serta kemampuan mengelola perlengkapan dan obat-obatan PMR secara tertib.

Ke depannya anggota PMR diharapkan memiliki pengetahuan dasar mengenai kesehatan, keterampilan pertolongan pertama, serta kemampuan dalam mengelola perlengkapan dan obat-obatan PMR secara tertib,” ujar Neng Asti.

Program PMR selanjutnya akan diarahkan pada kegiatan yang lebih praktis, di antaranya praktik pertolongan pertama, pengenalan dan penggunaan perlengkapan P3K, penanganan luka ringan, hingga pengelolaan obat-obatan dan administrasinya.

Pencatatan setiap obat yang diberikan kepada siswa juga akan terus diterapkan agar penggunaan obat dapat terpantau dan administrasi PMR semakin tertib.

Belajar Menolong Dimulai dari Hal Sederhana

Kegiatan Jumat siang ini memberikan satu pelajaran penting bagi anggota PMR: menjadi seseorang yang siap menolong tidak cukup hanya dengan keberanian, tetapi juga membutuhkan pengetahuan, ketelitian, tanggung jawab, dan kepedulian.

Setiap pengetahuan yang dipelajari hari ini mungkin terlihat sederhana—mengenali obat, memahami kegunaannya, mencatat pengeluaran, hingga belajar menggunakan perlengkapan P3K. Namun, dari kebiasaan-kebiasaan kecil itulah karakter seorang anggota PMR dibentuk.

Karena pada akhirnya, PMR bukan hanya tentang belajar bagaimana memberikan pertolongan ketika seseorang membutuhkan bantuan. Lebih dari itu, PMR mengajarkan siswa untuk peka melihat kebutuhan orang lain, sigap ketika dibutuhkan, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan.

Semoga dari setiap latihan yang dijalani, tumbuh generasi muda yang tidak hanya sehat dan terampil, tetapi juga memiliki hati yang peduli. Sebab, tangan yang siap menolong dan hati yang peduli kepada sesama adalah bentuk nyata dari pendidikan karakter yang akan selalu bermanfaat di mana pun berada.

Scroll to Top