Menempuh Jejak Kepemimpinan, 14 Penegak SMK Al-Mukhtariyah Resmi Raih Tali Kur Laksana Pramuka

Semangat kebersamaan, ketangguhan, dan jiwa kepemimpinan mewarnai kegiatan Penempuhan Tali Kur Laksana Pramuka Penegak yang diselenggarakan Gugus Depan SMK Al-Mukhtariyah pada Sabtu, 13 Juni 2026, bertempat di kawasan wisata alam Awit Darajat.

Sebanyak 14 anggota Pramuka Penegak mengikuti kegiatan yang telah lama dinantikan tersebut. Mereka terdiri dari tujuh peserta putra, yakni Dede Adil, Sendi, Syahrul Mubarok, Syahrul, Rifqi, Salwa Warosatul Anbiya, dan Abdul, serta tujuh peserta putri, yaitu Sinta, Sania, Divia, Yuli, Sulistia, Nazla, dan Salwa.

Lebih dari sekadar sebuah kegiatan seremonial, penempuhan ini menjadi proses pembentukan karakter bagi para peserta. Dengan menempuh perjalanan panjang dan berbagai tahapan yang telah dipersiapkan, para calon Pramuka Laksana diuji bukan hanya dari segi fisik, tetapi juga dari sikap, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinannya.

Pembina Pramuka SMK Al-Mukhtariyah, Rijal Aldifahri, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk membangun ketahanan fisik sekaligus membentuk mental yang disiplin dan berjiwa kepahlawanan.

“Kegiatan ini bertujuan melatih ketahanan fisik, membangun mental disiplin, serta menumbuhkan jiwa kepahlawanan anggota Pramuka,” ungkapnya.

Menurutnya, tali kur dan peluit Pramuka sebenarnya dapat diperoleh dengan berbagai cara. Namun, di Gugus Depan SMK Al-Mukhtariyah, simbol tersebut diraih melalui pencapaian tanda kecakapan dan proses pembinaan yang berjenjang.

“Proses mendapatkan tali kur dan peluit Pramuka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu membeli secara langsung atau melalui pencapaian tanda kecakapan dan jabatan tertentu. Sementara yang kami laksanakan adalah melalui pencapaian tanda kecakapan,” jelas Rijal.

Sebelum mengikuti penempuhan, para peserta terlebih dahulu harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya telah menyelesaikan tahapan pelantikan Penegak Bantara. Dalam penempuhan kali ini, peserta dituntut untuk menunjukkan rasa tanggung jawab serta kemampuan memimpin dalam berbagai situasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pemberangkatan, dilanjutkan dengan long march, dan ditutup dengan pelantikan. Selama kurang lebih enam jam pelaksanaan, para peserta mendapatkan penilaian langsung dari para dewan pembina.

Menariknya, ujian yang diberikan tidak hanya berupa kemampuan teknis, melainkan lebih menitikberatkan pada karakter peserta selama perjalanan berlangsung.

“Sifat kepemimpinan mereka menjadi salah satu penilaian utama. Dalam perjalanan, sikap dan sifat mereka diamati oleh para dewan pembina,” kata Rijal.

Meski harus menghadapi tantangan berupa jarak tempuh yang cukup jauh dan rasa lelah selama perjalanan, antusiasme peserta tetap tinggi. Hal tersebut karena kegiatan penempuhan Tali Kur Laksana merupakan agenda yang telah lama mereka nantikan.

Di balik rasa lelah yang dirasakan, tersimpan pengalaman berharga yang justru menjadi momen paling berkesan. Kebersamaan dan kepedulian antarpeserta terlihat jelas ketika mereka saling membantu dan melengkapi satu sama lain sepanjang perjalanan.

“Hal yang paling berkesan adalah ketika para calon saling melengkapi dan tolong-menolong selama melakukan penempuhan,” ujarnya.

Lebih jauh, Rijal menuturkan bahwa kegiatan ini mengajarkan para anggota Pramuka untuk mampu mengendalikan ego dan memperbaiki sikap yang kurang baik. Menurutnya, perjalanan panjang menjadi salah satu cara terbaik untuk melihat karakter asli seseorang.

“Dalam perjalanan jauh, sifat asli seseorang akan terlihat. Di situlah mereka belajar mengendalikan sikap yang kurang baik menjadi lebih baik. Mereka juga harus memiliki jiwa kepemimpinan dan menjauhkan rasa ego terhadap diri sendiri,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa setiap manusia pada hakikatnya adalah seorang pemimpin, baik dalam lingkup kecil maupun besar. Oleh karena itu, anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi sosok yang bijaksana dan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Mereka harus bisa menjadi pemimpin yang bijak dalam setiap kondisi. Karena setiap dari kita diciptakan sebagai pemimpin, baik dalam kehidupan kecil maupun besar, sehingga mereka tahu bagaimana menjadi pemimpin yang dibutuhkan oleh orang lain,” pesannya.

Usai pelantikan, kegiatan pembinaan Pramuka di SMK Al-Mukhtariyah dipastikan akan terus berlanjut. Namun, mengenai agenda berikutnya, pihak pembina memilih untuk merahasiakannya agar setiap kegiatan kepramukaan selalu menjadi sesuatu yang dinanti oleh para siswa.

“Tetap akan ada kegiatan lanjutan, tetapi untuk kegiatan berikutnya menjadi rahasia internal kami agar setiap kegiatan Pramuka selalu ditunggu-tunggu oleh siswa dan siswi SMK Al-Mukhtariyah,” pungkas Rijal.

Melalui Penempuhan Tali Kur Laksana ini, diharapkan lahir generasi Pramuka Penegak yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian yang tinggi sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Scroll to Top