SMK AL-MUKHTARIYAH GELAR PSAT BERBASIS CBT, SIAPKAN SISWA HADAPI ERA DIGITAL

SMK Al-Mukhtariyah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengikuti perkembangan teknologi pendidikan melalui pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) Tahun Pelajaran 2025/2026 berbasis Computer Based Test (CBT). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2–5 Juni 2026 untuk ujian teori dan dilanjutkan pada 8–9 Juni 2026 untuk ujian praktikum.

Sebanyak 215 siswa mengikuti PSAT tahun ini dengan total 12 mata pelajaran yang diujikan, terdiri dari 8 mata pelajaran teori dan 4 mata pelajaran praktikum. Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam 1 hingga 5 sesi setiap harinya agar seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan tertib dan fasilitas sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal.

Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak lebih sibuk dari biasanya. Para siswa datang dengan penuh persiapan, sementara panitia memastikan seluruh perangkat dan sistem berjalan dengan baik. Di ruang laboratorium komputer, peserta terlihat fokus mengerjakan soal melalui perangkat komputer yang telah disiapkan sekolah.

Sebelum pelaksanaan ujian, panitia telah melakukan berbagai persiapan secara matang. Mulai dari penyusunan jadwal, pendataan peserta, koordinasi dengan guru mata pelajaran, penyiapan soal berbasis CBT, pengecekan jaringan internet, hingga simulasi penggunaan aplikasi ujian.

“Kami melakukan berbagai persiapan mulai dari penyusunan jadwal ujian, pendataan peserta, penyiapan soal berbasis CBT, pengecekan jaringan internet, hingga simulasi penggunaan aplikasi ujian agar pelaksanaan berjalan lancar,” ujar panitia PSAT.

Panitia juga mengungkapkan bahwa antusiasme siswa dalam mengikuti ujian berbasis CBT cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari kesiapan siswa dalam mengikuti tata tertib ujian, kedisiplinan selama pelaksanaan, serta kemampuan mereka beradaptasi dengan sistem ujian digital.

Pelaksanaan PSAT berbasis CBT di SMK Al-Mukhtariyah bukan tanpa alasan. Kepala SMK Al-Mukhtariyah, Ibu Eva Budi Gandari, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa penerapan CBT dilandasi oleh tiga faktor utama, yaitu mendukung kebijakan Merdeka Belajar, meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaksanaan ujian, serta mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi yang semakin berbasis digital.

Menurut beliau, alasan yang paling penting adalah membiasakan siswa menghadapi berbagai asesmen dan seleksi digital di masa depan.

“Yang paling utama adalah kesiapan lulusan. Dunia kerja dan pendidikan tinggi saat ini sudah berbasis digital. Melalui CBT, siswa terbiasa mengikuti ujian online sehingga lebih siap menghadapi TKA, ANBK, maupun tes masuk kerja dan perguruan tinggi,” jelas Ibu Eva.

Penerapan CBT di SMK Al-Mukhtariyah sendiri telah dimulai sejak semester pertama Tahun Pelajaran 2025/2026. Dengan pelaksanaan PSAT tahun ini, sekolah telah memasuki penyelenggaraan ujian CBT yang kedua kalinya.

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, sekolah telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang memadai. Saat ini, SMK Al-Mukhtariyah memiliki dua laboratorium komputer dengan total 40 unit komputer yang memenuhi spesifikasi CBT, didukung server lokal, jaringan internet yang memadai, serta pasokan listrik yang stabil.

Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan yang harus diantisipasi. Kepala sekolah mengungkapkan bahwa kecemasan siswa serta kestabilan listrik dan jaringan menjadi perhatian utama selama pelaksanaan ujian.

“Kami melakukan pembinaan dan simulasi secara berkala kepada siswa agar mereka memahami bahwa CBT pada dasarnya sama seperti ujian biasa, hanya medianya yang berbeda. Untuk aspek teknis, kami juga telah berkoordinasi dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman listrik selama pelaksanaan ujian,” tuturnya.

Penerapan CBT juga memberikan berbagai manfaat bagi guru maupun siswa. Bagi guru, sistem ini membantu mempercepat proses koreksi dan analisis hasil belajar sehingga guru dapat lebih fokus pada program remedial dan pengayaan. Sementara bagi siswa, sistem CBT dinilai lebih praktis, transparan, dan mampu memberikan hasil yang lebih cepat.

Ibu Eva menambahkan bahwa peran kepala sekolah dalam pelaksanaan PSAT CBT tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai manajer dan motivator yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.

Menutup wawancara, beliau menyampaikan pesan khusus kepada seluruh peserta PSAT.

“Anak-anakku peserta PSAT SMK Al-Mukhtariyah, ujian ini bukan untuk menakutkan, tetapi untuk membuktikan bahwa kalian sudah siap. Persiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh, jaga kesehatan, dan percaya diri saat mengerjakan CBT. Ingat, kejujuran adalah kunci. SMK Bisa, SMK Hebat, SMK Al-Mukhtariyah Jaya,” pesannya.

Melalui pelaksanaan PSAT berbasis CBT ini, SMK Al-Mukhtariyah terus berupaya menghadirkan sistem penilaian yang lebih modern, efektif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Langkah ini sekaligus menjadi bukti kesiapan sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital di dunia pendidikan dan dunia kerja.

Tinggalkan Komentar

Scroll to Top